MPR RI Dorong Dunia Pendidikan Kaji Ulang Pembelajaran Tatap Muka

Bambang Soesatyo.

KETUA MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan perlunya pengkajian ulang terkait pelaksaan proses pendidikan di sekolah dengan cara tatap muka. Hal tersebut didasarkan tidak sedikitnya dampak negatif yang timbul belakangan ini.

“Mendorong pemerintah dalam hal ini Kemendikbud meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan daerah untuk mengkaji ulang pembukaan sekolah atau pembelajaran tatap muka, baik sekolah yang berada di zona hijau, kuning maupun oranye, mengingat zonasi risiko Covid-19 melalui warna merah, kuning, maupun hijau sama sekali tidak menjamin suatu daerah tersebut dinyatakan aman dari persebaran Covid-19,” tulis Bamsoet dalam pesan elektronik yang diterima, (Senin, 24/8).

Dalam pesan tersebut Bamsoet juga mencontohkan apa yang terjadi di salah satu wilayah pada Provinsi Jawa Timur.

“Mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Surabaya untuk mempertimbangkan kondisi daerahnya dan memperhatikan usulan dari tim penanganan Covid-19, serta lebih cermat dalam mengambil kebijakan di tengah pandemi, seperti dengan memberlakukan work from home (WFH) bagi para guru sebagai upaya dalam melindungi serta menjamin keselamatan para tenaga pengajar di masa pandemi,” tulis Bamsoet lagi.

Selain itu Bamsoet juga berpesan agar lembaga terkait tidak abai dalam hal pemantauan perkembangan penyebaran Covid-19 pada daerahnya masing-masing. Dengan demikian berbagai kebijakan yang ditempuh dapat mengantisipasi kemungkinan buruk bagi pelaksana di lapangan.

“Mendorong pemerintah dalam hal ini Kemendikbud melalui Disdikbud daerah terus memantau dan memperhatikan peta persebaran Covid-19 di setiap daerah, agar kebijakan yang diambil terkait pembukaan ataupun penutupan sekolah sudah melalui pertimbangan yang matang dan diharapkan dapat lebih tepat,” pesan Bamsoet.

“Mendorong Kemendikbud dan jajarannya dapat memberikan perhatian lebih bagi para tenaga  pengajar yang terpapar ataupun terhadap nasib para tenaga pengajar di masa pandemi Covid-19, agar semangat tenaga pengajar tidak kendor dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Bamsoet dalam pesan elektroniknya itu.   {007}.

Comments

comments