Ketua MPR RI: Dibutuhkan Kebijakan Pembatasan Aktivitas

Bambang Soesatyo (kemeja kuning).

KETUA MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa kebijakan pembatasan kegiatan warga masyarakat dibutuhkan. Hal tersebut tidak lepas dari semakin bertambahnya rakyat republik ini yang terjangkit covid-19.

“Mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mengatur pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerumunan maupun keramaian, sebagai salah satu langkah antisipatif,” tulis Bamsoet dalam pesan elektronik yang diterima, Selasa, (2/9).

Disamping itu, Bamsoet juga menyoroti pentingnya pengawasan yang harus dilakukan oleh pemerintah masing-masing wilayah bersama aparat. Pengwasan ini diharapkan mampu meningkatkan disiplin warga dalam hal menghindari kerumunan.

“Mendorong pemerintah daerah bersama aparat keamanan memperketat pengawasan dan penindakan, seperti membubarkan kerumunan orang yang terlalu ramai (kerumunan jarak dekat lebih dari lima orang) dan memastikan adanya pembatasan aktivitas warga, termasuk pembatasan jam operasi kantor, tempat-tempat usaha, dan tempat rekreasi,” tulis Bamsoet lagi.

Menurut Bamsoet, pemerintah jangan pernah bosan untuk terus memberikan himbauan maupun pengajaran kepada rakyat untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang berpotensi terjadinya penularan.

“Mendorong pemerintah terus mengedukasi masyarakat tentang penanganan dan pencegahan Covid-19 dalam lingkup kehidupan sehari-hari, dengan memproduksi konten digital yang dikemas secara ringan, seperti infografis dengan informasi atau sosialisasi yang mudah dipahami, agar lebih mudah diterima dan diikuti oleh masyarakat,” himbau Bamsoet.

“Meminta masyarakat untuk tidak abai dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas, terutama di keramaian, dikarenakan kondisi saat ini yang memungkinkan terjadinya penyebaran Covid-19 melalui orang-orang yang merupakan ‘carrier’ atau pembawa, maupun orang tanpa gejala/OTG,” pungkas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments