Ketua MPR RI: BUMDes Model Ekonomi Padat Karya

Bambang Soesatyo (tengah).

KETUA MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan contoh dari praktik ekonomi yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Untuk itu contoh seperti itu harus dikembangkan di seluruh pelosok republik ini.

“Keberadaan BUMDes merupakan representasi model ekonomi padat karya. Mampu membawa dampak penyerapan tenaga kerja tinggi dan menggerakkan sektor riil di akar rumput,” tulis Bamsoet dalam pesan elektronik yang diterima, Rabu, (3/3).

Sayangnya, lanjut Bamsoet, meski sudah ada contoh kongkrit itu, perekonomian di banyak desa justeru belum sesuai dengan harapan. Peran aktif semua pihak diharapkan dapat benar-benar diwujudkan agar ekonomi rakyat khususnya di pedesaan bisa bangkit.

“Ironisnya, saat ini jumlah penduduk miskin di pedesaan justru sangat banyak. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2020 menyebutkan, pada September 2019 penduduk miskin pedesaan mencapai 14,93 juta orang, sedangkan di perkotaan hanya 9,86 juta orang. Menunjukan masih besarnya potensi desa yang belum tergarap dengan maksimal. Diperlukan peran dari semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga demokrasi di tingkat desa,” lanjut Bamsoet.

Dalam kesempatan itu Bamsoet juga menerangkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018, terdapat 83.931 wilayah administrasi setingkat desa. Terdiri atas 75.436 desa (74.517 desa dan 919 nagari di Sumatera Barat), kemudian 8.444 kelurahan serta 51 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT)/Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT).

“Jika satu desa minimal bisa membentuk satu BUMDes, kita masih kekurangan sekitar 50 ribu lebih BUMDes. Tugas berat BPD untuk memastikan setiap desanya agar bisa segera memiliki minimal satu BUMDes. Sehingga masyarakat desa bisa semakin maju dan sejahtera,” pungkas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments