KSAD: Gaji Bukan Hal Utama bagi Prajurit

Budiman

KSAD, Jenderal TNI Budiman

KEPALA Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Budiman menegaskan bahwa gaji yang diterima setiap bulan bukanlah hal yang prioritas. Pengabdian dan pelaksanaan tugas dengan baik justeru adalah hal yang paling utama bagi seluruh prajurit khususnya Angkatan Darat. “Kita tidak berfikir tentang salary, tapi pengabdian. Jadi gaji bukanlah prioritas,” kata Budiman di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Rabu, (26/2).

Lantaran sikap tersebut, lanjut Budiman, mayoritas prajuritnya memiliki kesamaan taraf ekonomi sama dengan rakyat bangsa ini. Kondisi seperti itu tentunya semakin membuktikan bahwa prajurit adalah elemen kekeuatan pertahanan negara yang berasal dari rakyat itu sendiri. “Pada umumnya nasib prajurit sama dengan rakyat, karena kita memang berasal dari rakyat. Resikonya kami harus kerja buat rakyat,” lanjut Budiman.

Terkait kesejahteraan prajurit, Budiman mengaku saat ini sudah jauh lebih baik dibanding apa yang dialaminya hingga tahun 90an. Kata jenderal bintang empat ini, seluruh prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan dasar saat ini sudah bisa menikmati gaji empat kali lebih besar dibanding dirinya dulu. “Sebagai gambaran, pada tahun 90 saya sekolah di Amerika, saya ditanya berapa salary. Saya katakan besar, padahal hanya sekitar 99 dollar amerika. Sekarang prajurit yang baru lulus gajinya hampir 400 dollar amerika. Secara kesejahteraan sudah cukup. Dengan gaji itu bisa menyekolahkan anak pada perguruan tinggi negeri,” tegas Budiman.

Meski demikian Budiman tidak menampik masih ada oknum prajuritnya yang berusaha mencari tambahan rezeki dengan jalan tidak benar. Menurut Budiman, mereka itu jumlahnya sangatlah kecil dan masuk dalam katagori prajurit yang membutuhkan pembinaan lebih. “Kita sadari, dari jumlah 350 ribu anak buahnya, saya bersyukur mungkin per mil yang nakal, sekitar 0,001 persen saja. Hanya anak nakal yang tetap saja mencari tambahan dengan cara yang macam-macam,” ujar Budiman.

Untuk itu kedepannya Budiman telah membuat langkah agar proses penerimaan prajurit TNI AD menjadi lebih ketat dan selektif. Langkah itu diharapkan bisa mengantisipasi masukknya personel yang bermental tidak baik dalam jajara TNI AD. “Kedepannya kami pilih rekrutmen yang lebih baik. Kami berusaha mulai rekrutmen, kami pilih yang benar, kami didik yang benar, kami latih yang benar. Kami awasi mereka dengan memberikan fasilitas-fasilitas yang layak di kesatuan. Kesulitannya memang bagaiman menjadikan prajurit saya menjadi harimau yang hebat tapi sopan,” tegas Budiman.  (cr7)

Comments

comments