KSAD: Rakyat Paham Cara Pemilu Damai

Kasad Jenderal TNI Budiman

KSAD Jenderal TNI Budiman

KEPALA Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Budiman menegaskan bahwa mayoritas rakyat Indonesia sudah memahami bagaimana menjadikan pemilu sebagai pesta demokrasi yang aman dan damai. Kalau pun ada suasana riuh menjelang pesta demokrasi tersebut, hal itu hanya terjadi pada tingkatan elit peserta pemilu semata. 

“Bila Atase melihat pemberitaan yang riuh, itu hanya terjadi pada level tokoh yang berkompetisi saja. Rakyat sudah mempunyai pemahaman bagaimana berpolitik yang baik,” kata Budiman saat melaksanakan sesi tanya jawab dengan sejumlah Atase pertahanan negara-negara sahabat di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Rabu, (26/2).

Apalagi, lanjut Budimian, saat ini kondisi psikologis masyarakat Indonesia dalam keadaan tenang, terutama dalam menghadapi seluruh rangkaian pemilu itu sendiri. Sehingga, dukungan sikap damai yang bisa ditunjukkan seluruh peserta sangatlah diharapkan guna mewujudkan pemilu yang aman dan damai. “Masyarakat dalam keadaan tenang dan mengerti apa yang harus dilakukan. Situasi masyarakat dalam keadaan oke dan baik,” lanjut Budiman.

Kepada para atase pertahanan negara-negara sahabat Budiman juga menjelaskan tugas pokok TNI AD dalam membantu mengamankan pelaksanaan pemilu tersebut. Katanya, Polri adalah institusi yang ditunjuk sebagai pengamanan utama, dengan mendapat bantuan dari TNI termasuk TNI AD. “Pengamanan adalah tanggung jawab Polri. TNI AD dalam persiapan pemilu membantu Polri, itu tugas yang diberikan,” ujar Budiman.

Budiman juga menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas pihaknya melibatkan seluruh jajaran hingga tingkatan paling rendah seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa). Dari para Babinsa yang tersebar di seluruh pesolok tanah inilah TNI AD mendapatkan informasi-informasi penting terkait pemilu itu sendiri.

“Dalam membantu Polri kami mempunyai satuan-satuan kewilayahan seperti Babinsa di Koramil-Koramil, hingga tingkat Kodam. Satuan tesebut harus mampu memetakan potensi-potensi konflik yang mungkin terjadi di daerahnya. Sebelum konflik terjadi, maka satua teritorial harus berusaha maksimal untuk mencegahnya terlebih dahulu,” jelas Budiman.

Sejauh ini, Budiman mengatakan bahwa potensi yang terdeteksi berada pada titik persiapan rangkaian pemilu itu sendiri, seperti distribusi logistik. Untuk itu Budiman mengaku bahwa pihaknya telah dipersiapkan untuk membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendistribusikan logistik hingga pelosok-pelosok desa.

“Dari pengamatan kami sampai saat ini kemungkinan ketegangan adalah hal-hal yang masih belum siap dari persiapan pemilu tersebut. Pembagian logistik pemilu adalah tugas KPU, tapi kita sudah siap untuk membantu mendistribusikannya baik lewat laut, udara dan juga darat hingga tempat-tempat terpenci,” sambung Budiman.  (cr7)

Comments

comments