Anggaran Kementan Bertambah 16 T

Ibnu Multazam

Ibnu Multazam

WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, Ibnu Multazam mengatakan bahwa anggaran kementerian pertanian (Kementan) mengalami penambahan sebesar Rp 16 triliun. Jumlah sebesar itu diharapkan bisa mewujudkan Indonesia yang swasembada pangan.

“Kementerian Pertanian pada APBNP naik menjadi sekitar Rp 33 triliun. Penambahannya sekitar Rp 16 triliun. Diharapkan dengan adanya penambahan itu bisa fokus untuk perbaikan irigasi, mencetak sawah, bantuan benih, pupuk dan lainnya. Intinya untuk menuju swasembada pangan,” kata Multazam saat dihubungi, Jumat, (23/1).

Atas penambahan anggaran sebesar itu, Multazam mendesak agar kementerian tersebut meningkatkan pengawasan. Sehingga diharapkan semua anggaran yang mempergunakan uang rakyat itu bisa tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan.

“Jadi pengawasannya juga harus lebih maksima. Dalam pengasawannya kan ada inspektorat jenderal. Apalagi sekarang kan ada juga e-procurement sehingga bisa lebih terawasi agar tidak menyimpang. Selain itu kan DPR RI sendiri kan juga mengawasi penggunaan dana itu,” tegas Multazam.

Multazam juga mengatakan bahwa anggaran tersebut diluar dari alokasi pengadaan pupuk subsidi bagi para petani. Anggaran untuk pupuk subsidi pada tahun 2015 sendiri mencapai kisaran Rp 35 triliun lebih. “Kalau untuk subsidi pupuk sendiri jumlahnya sekitar Rp 36 triliun. Itu untuk organik maupun unorganik,” ujar Multazam.

Terhadap kemungkian penyimpangan penyaluran pupuk subsidi sendiri, Multazam mengusulkan dilakukannya evaluasi terhadap mekanisme Rencana Devinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Bahkan Multazam juga menyarankan agar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) diberi peluang menjadi pelaku usaha distribusi pupuk subsidi. “Sistem RDKK sendiri memang harus dievaluasi. Dan yang tidak kalah pentingnya Gapoktan itu diberi kesemptan untuk menjadi kios-kios penyalur pupuk subsidi. Saya yakin dengan cara ini penyimpangan akan semakin terselesaikan,” sambung Multazam.   {007}.

Comments

comments