Golkar Partai yang Sering Pecah

firman noor

Firman Noor.

PENGAMAT Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIP), Firman Noor mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan institusi poltik yang sering pecah. Hal tersebut bisa dibuktikan melalui data yang ada sejak tahun 1998. “Sejak 98 bisa dilihat partai ini sudah berkali-berkali pecah,” kata Firman kepada saat dihubungi, Kamis, (2/4).

Akibat dari perpecahan yang pernah terjadi beberapa kali itu, lanjut Firman, saat ini Indonesia mempunyai banyak partai politik. Hal itu terjadi lantaran figur-figur sentral di Partai Golkar pada masa lalu merasa tidak puas dengan kondisi saat itu. “Ujungnya kan sudah banyak kader yang keluar, atau pindah atau membentuk partai baru,” ujar Firman.

Firman mencontohkan Partai Gerindera. Partai besutan Prabowo Subianto itu menurut Firman merupakan bukti bahwa Golkar tidak mampu mengakomodasi kepentingan dari kadernya. Alhasil, Prabowo mendirikan partainya sendiri dan saat ini sudah berhasil eksis dua periode di parlemen. “Kan ada Gerindera punya Prabowo. Hanura milih Wiranto, yang terkhir kan ada NasDem dengan Surya Palohnya,” jelas Firman.

Dengan kondisi seperti itu Firman menilai sejak dahulu kala Partai Golkar memang minim akan soliditas. Jika soliditas partai kuat, Firman yakin perpecahan demi perpecahan tidak akan dialami oleh partai penguasa orde baru itu. “Itu bukti bahwa di Golkar soliditas memang tidak ada. Mereka hanya menjadikan partai sebagai sarana untuk mendapatkan manfaat. Kalau sudah tidak ada manfaat partai ditinggalkan begitu saja,” sambung Firman.   {007}.

Comments

comments