Komisi Hukum DPR “Cuek” Teman Menteri BUMN jadi Tim Pansel KPK

????????????????????????

Rini Soemarno (tengah).

Komisi III DPR RI terkesan tidak keberatan dengan keberadaan salah seorang anggota tim panitia seleksi (Pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga menjadi “teman” dari Menteri BUMN, Rini Soemarno. Setidaknya hal itu dibuktikan dengan peniliain berberapa anggota komisi yang membidangi hukum tersebut. “Kita dukung kok,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul di DPR RI, Selasa, (26/5).

Bahkan dalam kesempatan itu Ruhut juga mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak khawatir atas tudingan-tudingan publik “teman” Rini tersebut akan mempengaruhi integritas calon pimpinan KPK itu nantinya. Menurut Ruhut, yang nanti bekerja di KPK adalah komisioner yang dipilih DPR bukan Pansel itu sendiri. “Kan nanti yang pilih komisioner kita di DPR, dan komisioner hasil pilihan di komisi III itulah nantinya yang akan bekerja. Jadi enggaklah, kita enggak khawatir,” ujar Ruhut.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi III, Martin Hutabarat. Politisi Partai Gerindera itu menilai tidak mungkin pansel yang berjenis kelamin wanita itu melakukan perbuatan melanggar peraturan berkalu. “Pansel itu kan hanya memilih komisioner. Jadi enggak bisa pansel mempengaruhi komisioner,” kata Martin di DPR RI, Selasa, (26/5).

Martin juga mengatakan, manusia berjenis kelamin wanita cenderung bekerja berdasarkan ketentuan-ketenuan yang berlaku. Menurut Martin tim Pansel tidak mungkin menyalahgunakan kewenangan yang ada untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. “Kecil kemungkinannya kalau wanita berbuat seperti yang dikhawatirkan itu jika dibanding dengan pria atau laki-laki. Karena dia (wanita) lebih bertanggungjawab kepada masa depan keluarnya dengan mempertaruhkan jabatannya itu,” ujar Martin.

Terlebih lagi, kata Martin, sistem kerja tim Pansel tidak perorangan, melainkan kelompok. Jadi tidak bisa satu orang menguasai pendapat anggota tim lainya dalam pengambilan sebuah keputusan. “Ketua Pansel itu tidak mengambil keputusan seorang diri. Dia itu sifatnya kolektif kolegial, jadi harus pendapat bersama-sama,” tegas Martin.  {007}.

Comments

comments