Pengamalan Nilai Empat Pilar Kukuhkan Jiwa Patriotisme

Bambang Soesatyo-4 pilar

Sosialisasi 4 Pilar.

PEMATERI dalam sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang diselenggarakan Anggota Fraksi Partai Golkar MPR RI, Bambang Soesatyo, Wasman mengatakan bahwa pengamalan nilai-nilai empat pilar akan mengukuhkkan jiwa partriotisme dalam diri generasi penerus bangsa. “Melalui pengamalan nilai-nilai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara diharapkan dapat mengukuhkan jiwa kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme generasi penerus bangsa dalam membangun negeri,” kata Wasman di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (15/6) dalam siaran pers yang diterima, Selasa, (16/6).

Wasman menuturkan, Empat Pilar dari konsepsi kenegaraan Indonesia tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk bisa berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia. “Setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa Empat Pilar adalah prinsip-prinsip moral kehidupan keindonesaian yang memandu tercapainya perikehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” kata pria yang berasal dari kalangan akademisi ini.

Wasman menegaskan pemilihan nilai-nilai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara tidak lain adalah untuk mengingatkan kembali kepada seluruh komponen bangsa agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang dicita-citakan serta bersatu padu mengisi pembangunan agar bangsa ini dapat lebih maju dan sejahtera. “Empat pilar ini akan menjadi panduan yang efektif dan nyata apabila segenap elemen bangsa dan para penyelenggara negara dan masyarakat konsisten mengamalkan dalam arti seluas-luasnya,” ujarnya.

Pemateri lainnya, Setyo Hartadi menambahkan berbagai persoalan kebangsaan dan kenegaraan yang terjadi di Indonesia saat ini disebabkan karena kita abai dan lalai dalam pengimplementasian Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. “Liberalisme ekonomi terjadi karena kita mengabaikan sila-sila dalam Pancasila, terutama sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Konflik horizontal terjadi karena kita lalai pada Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Setyo.

Setyo menilai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara harus dipahami oleh para penyelenggara negara bersama seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan pengamalan prinsip Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara diyakini bangsa Indonesia akan mampu mewujudkan diri sebagai bangsa yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat.

“Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dapat menjadi panduan yang efektif dan nyata, apabila semua pihak dan para penyelenggara negara baik di pusat maupun daerah konsisten mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” imbuh Setyo.   {007}.

Comments

comments