Izin 4 Perusahaan Pengelola Hutan Dibekukan

Pesawat Pemadam Kebakaran Hutan

Izin 4 Perusahaan Pembakar Hutan Dibekukan.

SEKJEN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono mengatakan bahwa pihaknya telah membekukan izin dari 4 perusahaan yang menggunakan hutan sebagai lokasi usahanya. Pembekuan itu didasarkan pada temuan areal yang melangalami kebakaran dan berdampak pada munculnya kabut asap belakangan ini. “Sejak seminggu lalu kami telah melakukan kegiatan pengawasan dengan menurunkan 4 tim untuk mengevaluasi 4 perusahaan. Yang 2 perusahaan di Riau dan 2 lagi di Sumatera Selatan,” kata Bambang di kantornya, Selasa, (22/9).

Ke 4 perusahaan tersebut, lanjut Bambang masing-masing bernama PT Tempiri Palm Resource di Pedamaran, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan. Kedua adalah PT Waringin Agro Jaya yang juga terletak di provinsi Sumatera Selatan. “Keduanya merupakan perusahaan kelapa sawit,” lanjut Bambang.

Berikutnya, sambung Bambang, adalah PT Langgam Inti Hibrido yang terletak di Provinsi Riau. Perusahaan tersebut juga bergerak pada perkebunan kelapa sawit. Sedangkan PT Hutani Sola Lestari yang izinnya juga dibekukan merupakan perusahaan pengelolaan kayu hutan yang sudah lama beroperasi. “Yang di Riau, salah satunya sawit, sedangkan yang lainya pemegang HPH,” sambung Bambang.

Terhadap 4 perusahaan yang dibekukan izinnya itu, ujar Bambang, sejak tanggal 21 September 2015 diharuskan menghentikan seluruh kegiatan. “Semua kegiatan operasional di lapangan sudah harus dihentikan sejak dikeluarkannya surat penjatuhan sanksi tersebut. Untuk perusahaan pemegang hph sedikit berbeda penangannnya. Ini dicabut izinnya, sk-nya juga dicabut izin. Setelah itu berarti hentikan semua kegiatan, yang terpenting seluruh kewajiban financial harus diselesaikan, yang belum harus dibayar,” ujar Bambang.   {007}.

Comments

comments