DPR RI Desak Presiden Ambil Alih Penyelesaian Kabut Asap

???????????????????????????????

E Herman Khaeron.

WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, E Herman Khaeron mendesak agar Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) segera mengambil alih penyelesaian persoalan kabut asap di republik ini. “Secepatnya presiden harus mengambil alih penangannya. Dampak ini harus segera dihilangkan,” kata Herman di DPR RI, Rabu, (7/10).

Herman juga mengatakan bahwa seharusnya presiden segera menetapkan kasus kabut asap saat ini menjadi bencana nasional. Sebab, jika pernyataan tersebut belum juga dikeluarkan, sudah barang tentu penanangannya belum bisa dilakukan dalam skala lebih besar dari saat ini. “Tetapkan sebagai bencana nasional,” ujar Herman.

Tidak hanya itu, lanjut Herman, presiden harus segera pula melakukan upaya-upaya khusus agar persoalan kabut asap akibat dibakarnya hutan/lahan saat ini bisa segera diselesaikan. Sebab, hingga saat ini saja sudah sangat banyak rakyat republik ini yang menjadi korban dari kehadiran kabut asap tersebut. “Harus ada upaya-upaya khusus dari pemerintah, agar segera penderitaan yang dirasakan oleh rakyat bisa segera selesai,” tegas Herman lagi.

Untuk itu, sambung Herman, pihaknya di komisi IV DPR RI akan memberi bantuan seluas-luasnya jika ada yang dibutuhkan oleh presiden dalam menyelesaikan dampak dari kabut asap itu sendiri. “Prinsipnya kami dukung setiap langkah perintah untuk padamkan itu, jangan tunggu waktu lagi,” jelas Herman.

Jika tidak segera terselesaikan juga kasus kabut asap kali ini, Herman mengaku pihaknya akan melakukan langkah konstitusi terhadap pemerintah. “Kalau berlarut, saatnya DPR bentuk pansus, kami akan selidiki persolannya apa, apa hambatannya,” ungkap Herman.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo mempetanyakan keseriusan pemerintah dalam menjaga hutan dari api. Menurut dia, petugas yang sehari-hari menjaga hutan saja hingga saat ini sarana kerjanya belum sesuai harapan. “Sejauh mana pemerintah peduli dengan Polhut, motornya saja tidak maksimal untuk dipakai. Makanya perlu penguatan,” ujar Edhy.   {007}.

Comments

comments