Rumah Kos Disebut Sebagai Basis Terorisme

Jazilul Fawaid

Jazilul Fawaid.

ANGGOTA Komisi III DPR RI, Jazilul Fawaid mengatakan bahwa kamar-kamar kos yang disewa per bulan terbukti sebagai titik awal pergerakan terorisme di republik ini. “Terorisme dan narkoba itu basiknya rumah kos,” kata Jazilul di DPR RI, Selasa, (16/2).

Untuk itu, lanjut Jazilul, dirinya berpendapat bahwa pengawasan harus lebih ketat dilakukan pemerintah pada pemukiman-pemukiman masyarakat. Sebab, selama ini pemukiman masyarakat cenderung luput dari perhatian dalam upaya pemberantasan terorisme itu sendiri. “Pembinaannya terutama harus dilakukan di RT RW yang diperkirakan sebagai daerah yang rawan. Karena mereka bersembunyinya di rumah-rumah kos,” lanjut Jazilul.

Selain itu, Jazilul juga mengatakan bahwa paham generasi muda harus dipastikan tidak terpengaruh sedikitpun dengan ajakan-ajakan melakukan aksi teror. Caranya, menurut Jazilul, bisa dilakukan melalui materi pendidikan di sekolah-sekolah. “Juga penting dalam penanggulangannya adalah dengan melalui kurikulum pendidikan,” ujar Jazilul.

Dalam kesempatan itu Jazilul juga mengatakan bahwa pemahaman terhadap Pancasila harus lebih ditingkatkan kedepannya. Jazilul yakin paham yang ada di Pancasila itu akan mampu menangkal gerakan teroris di republik tercinta ini. “Perlu dipertimbangkan untuk mengembalikan azas tunggal Pancasila. Ini penting, sebab teror itu datang dari luar. Indonesia tidak punya budaya bunuh diri seperti yang dilakukan oleh teroris,” sambung Jazilul.   {007}.

Comments

comments