Nasib Pemain Film Tidak Menentu

Film

Perfilman Segera Dapat UU Baru.

KETUA Panja RUU Perfilman DPR RI, Abdul Haris mengatakan bahwa nasib pamain film di republik ini tidak menggembirakan. “Pelaku film kita tidak menentu nasibnya,” kata Abdul Haris di DPR RI, Selasa, (8/3).

Salah satu penyebabnya adalah, lanjut Haris, regulasi yang ada saat ini dirasakan sangat kurang memberikan perlindungan bagi para pemain film itu sendiri. “Ini tidak cukup pengaturan terhadap industri film. Sampai sekarang belum ada peraturan menteri yang dilahirkan. PP saja Cuma satu,” lanjut Haris.

“Melihat tidak cukupnya peraturan pendukung, kita pandag penting dibentuknya Panja Perfilman,” sambung Haris.

Dengan adanya revisi terhadap undang-undang perfilman terhadulu, ujar Haris lagi, diharapkan tidak hanya nasib pemain film yang akan lebih baik. Tetapi juga pertahanan budaya bangsa juga akan terselamatkan. “Pertama agar bangsa kita tidak hanya sekedar buruh perfilman. Tetapi yang kedua juga budaya kita akan terhindar dari infiltasi buda asing yang tanpa batas,” kata Haris.

Sementara itu Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan bahwa tidak sedikit pemain film yang beralih profesi menjadi politisi. Hal tersebut disebabkan kondisi perfilman republik ini yang tidak kondusif. “Kita ada di DPR karena film kita tidak sehat lagi,” kata Dede di DPR RI, Selasa (8/3).   {007}.

Comments

comments