Pekerja Cina “Jelajah” Halim, Penolakan TNI Tidak Diindahkan Kementerian BUMN

Mahfudz Siddiq

Mahfudz Siddiq.

KETUA Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq mengindikasikan penolakan TNI khususnya TNI AU terhadap rencana penggunaan sebagian lahan mereka di Halim Perdanakusuma tidak juga dipedulikan oleh Kementerian BUMN. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya 7 orang pekerja proyek Kereta Api Cepat pada kawasan terbatas di Halim pada Rabu, (27/4).

“Kelihatannya keberatan TNI tidak diindahkan oleh pihak Kementerian BUMN. Yang ngotot ini kan Rini Soemarno,” kata Mahfudz Siddiq di DPR RI, Kamis, (28/4).

Padahal, lanjut Mahfudz, penolakan yang dilakukan TNI khususnya TNI AU masuk akal. Menurut Mahfudz, areal yang akan digunakan untuk proyek Kereta Api Cepat sangat dekat dengan peralatan militer. “Alasanya sangat sederhana dan rasional, itu bagian komplek militer dan ada instalasi militer,” lanjut Mahfudz.

“Bagaimana putusan perintah tentang keginanan pengunaan halim yang sejak awal ditolak TNI. TNI dan TN AU masih belum berrsedia tanahnya dignakan untuk Kereta Api Cepat?” tanya Mahfudz.

Terkait adanya 5 dari 7 orang yang masuk kawasan militer tersebut merupakan warga negara Cina. Mahfudz sendiri mengaku tidak heran. Menurut Mahfudz, kerjasama dengan Cina yang terjadi belakangan ini memang mensyarakatkan penggunaan tenaga kerja dari negara tersebut. “Kalau tenaga kerja dari Cina, saya gak heran. Hampir semua porojek Cina pergunakan tenaga Cina,” katanya.   {007}.

Comments

comments