Pemerintah Pertahankan Sosialisasi Ideologi Bangsa

Sri Mulyani

Sri Mulyani (di podium).

PEMERINTAHAN Joko Widodo – Jussuf Kalla mempertahankan Sosialisasi Empat Pilar yang telah berjalan sekitar 7 tahun. Hal tersebut didasarkan pada pentingnya penguatan pemahaman kebangsaan bagi seluruh warga negara republik ini.

“Kami mengapresiasi tugas dan fungsi MPR RI dalam menjalankan tugasnya, termasuk dalam menjalankan sosialisasi Pancasila untuk terus dilaksanakan,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani di MPR RI, Senin, (15/8). Pernyataan Sri Mulyani tersebut menjadi menarik lantaran rencana pemerintah untuk melakukan pemangkasan APBNP 2016 sekitar Rp 133 triliun lebih.

Pemotongan APBNP itu sendiri, lanjut Sri Mulyani, terpaksa dilakukan oleh pemerintahan Kabinet Kerja jilid 3 sebagai dampak kondisi perekonomian dalam negeri yang kurang menguntungkan. “Terpengaruh kondisi perekonomian 3 tahun terakhit yang harus mengalami penyesuaian. Semuanya pengaruh kemampuan negara dalam mengkolek pajak,” lanjut Sri Mulyani.

Ruang Iklan

Agar kedepannya bisa lebih baik, sambung Sri Mulyani, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pengampunan pajak. Melalui kebijakan tersebut, diharapkan pemerintah mendapat penerimaan lebih besar agar bisa dipergunakan melaksanakan program-program pembangunan di republik ini. “Kita terus mengupayakan, salah satunya melalui upaya tax amnesty,” sambung Sri Mulyani.

Meski ada pemangkasan, Sri Mulyani memastikan bahwa komponen gaji maupun tunjangan-tunjangan kinerja tidak akan dikurangi oleh pemerintah. “Tetap selektif, seperti gaji, tunjangan-tunjangan tidak dipotong. Kontrak yang sudah ada tidak dipotong. Anggaran pendidikan maupun kesehatan tidak dipotong,” ujarnya.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments