Investigasi Rudal C705 Milik Cina !!!

Bobby Adhityo Rizaldi

Bobby Adhityo Rizaldi.

ANGGOTA Komisi I DPR RI bidang pertahanan, Bobby Adhityo Rizaldi menegaskan bahwa pemerintah harus segera mencari tahu penyebab terlambat luncuran rudal C705 produksi Cina yang digunakan oleh TNI. “Harus di investigasi, dan juga di evaluasi, apakah rudal yang harganya konon 20 milyar sebuah tersebut, rusak sebelum diterima, atau alat komunikasi data yg bermasalah,” kata Bobby dalam pesan elektroniknya yang diterima, Jumat, (16/9).

Kegagalan meluncurnya rudal yang dilakukan saat latihan gabungan beberapa waktu lalu, lanjut Bobby, sangat mempermalukan kemampuan peralatan tempur republik ini. “Rudal C705 yang gagal ditembakan, disaksikan Presiden, dalam latgab militer xxxiv/2016 besar sangat memalukan,” lanjut Bobby.

Apalagi, sambung Bobby, keterlambatan terjadi dalam waktu yang relatif lama. Waktu tunda meluncurnya rudal tersebut tentu sangat merugikan angkatan perang republik ini jika terjadi dalam kondisi perang sesungguhnya.

Ruang Iklan

“Kegagalan atau delay 5 menit, peluncuran dari KRI Clurit 641, dan tidak mengenai sasaran, menjadikan efek gentar militer Indonesia melemah, di mata negara-negara sekitar. Apalagi bila rudal ini mau dipakai untuk menjaga Kedaulatan di Laut China Selatan, sudah pasti harus dibatalkan,” sambung Bobby.

Untuk itu, Bobby mendesak agar pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) segera membatalkan kerjasama militer dengan Cina, khususnya dalam hal kontrak pembelian rudal tersebut. “Saya dukung TNI AL untuk menunda kerjasama militer dengan China dalam hal kontrak rudal C705, dan membatalkan niat untuk membeli lebih banyak lagi dan mengalihkan pada alutsista utama dr negara lain,” desak Bobby.

“Dalam hal transfer technologi, Sastind China dengan Kemhan, juga harus dievaluasi. Pembelian rudal C705 ini sudah sampai kontrak ke 3 di tahun 2015, sedangkan kandungan lokal antara PT DI dan CPMIEC China, harus dievaluasi. Kekecewaan Presiden, harus disikapi dengan aksi yang cepat, sebelum kerjasama militer dengan SASTIND China, merugikan Indonesia,” jelas Bobby.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments