OSO: Narkoba, Celah Asing Intervensi Indonesia

Oesman Sapta Odang UGM

Oesman Sapta Odang (tengah, batik coklat) menyerahkan pelakat kepada perwakilan mahasiswa UGM usai pembukaan sosialisasi 4 pilar di MPR RI, Rabu, (21/9).

WAKIL Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan bahwa narkoba merupakan cara bangsa asing mengintervensi Indonesia. Sebab, dengan dikonsumsinya narkoba oleh generasi muda, maka republik ini akan lemah baik fisik maupun mentalnya.

“Intervensi asing terhadap kita terutma mahasiswa, berapa banyak mahasiswa yang terlibat narkoba. Yang cantik-cantik, yang gagah-gagah, kita tidak menyangka ternyata terlibat penggunaan narkoba,” kata OSO saat membuka diskusi 4 pilar bersama puluhan mahasiswa Universitas Gajah Mada di MPR RI, Rabu, (21/9).

Untuk memuluskan niat buruknya, Asing telah mengirimkan berton-ton narkoba ke republik tercinta ini. Sudah banyak kiriman narkoba dari Asing yang ditangkap penegak hukum, namun diduga sebanyak itu pula narkoba yang telah berhasil masuk dan dikonsumsi oleh generasi penerus bangsa ini. “Berton-ton narkoba masuk Indonesia untuk dikonsumsi generasi muda,” lanjut OSO.

Ruang Iklan

Digunakannya narkoba untuk mengintervensi Indonesia, sambung OSO, didasarkan pada kegagalan Asing untuk “mengobok-obok” negera ini menggunakan pengaruh ideologi. Pancasila yang telah digunakan sebagai dasar negara terbukti mampu menolak “gempuran” ideologi Asing di tanah air tercinta ini. “Karena dengan UUD 45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI mereka tidak mampu untuk menembusnya,” sambung OSO.

Hasrat mengintervensi oleh bangsa asing itu, jelas OSO, didasarkan pada kekayaan Indonesia yang sangat besar jumlahnya. Tidak hanya sumber daya manusia, kekayaan alam republik ini diyakini mampu mensejahterakan bangsa asing tersebut untuk waktu ratusan tahun kedepan. “Mereka mau intervensi kita karena resources Indonesia untuk mempertahankan negara mereka selama 200 sampai 300 tahun kedepan,” jelas OSO.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments