Pornografi Jadi Persoalan Dunia

Tifatul Sembiring

Tifatul Sembiring.

KETUA Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) MPR RI, Tifatul Sembiring mengatakan bahwa aksi pornografi khususnya di dunia maya telah menjadi persoalan dunia. Untuk itu dibutuhkan penanganan serius untuk melawannya. “Dalam konteks global seperti saat ini, pornografi juga menjadi persoalan bagi negara-negara lain,” kata Tifatul di DPR RI, Senin, (19/9).

Sebagai contoh lanjut Tifatul, dirinya pernah menerima kunjugan resmi dari perwakilan pemerintah Inggris saat menjabat menteri kemenkominfo beberapa waktu lalu. “Bahkan tempo hari saat masih di kabinet ada perwakilan pemerintah Inggris yang belajar ke Indonesia bagaimana mengatasi situs porno,” lanjut Tifatul.

Pornografi yang terjadi, khususnya pada dunia maya saat ini, sambung Tifatul, merupakan bukti bahwa jati diri bangsa telah semakin menipis. “Saya melihat bahwa kita mulai terdegradasi karakter atau jati diri bangsa kita sendiri,” sambung Tifatul.

Ruang Iklan

Tifatul juga mengeluhkan banyaknya nilai-nilai yang dimiliki oleh republik ini selama ratusan tahun telah hilang dan tidak lagi dijalankan oleh masyarakatnya. Sehingga, nilai-nilai yang berasal dari negara asing lebih mendapat tempat di masyarakat. “Banyak lokal wisdom yang ada selama ini telah hilang,” keluh Tifatul.

Upaya pengembalian jati diri bangsa, ujar Tifatul harus benar-benar dilakukan oleh seluruh komponen bangsa. Salah satunya adalah dengan sosialisasi 4 pilar dari lembaga MPR RI. “Sebetulnya kita harus mengembalikan jati diri bangsa secara terus menerus dan sistematis. Ketika sosialisasi 4 pilar, harus betul-betul dilaksanakan. Jangan hanya mengambil peluarng uang SPJ saja yang memang cukup besar,” tegas Tifatul.

Komisioner Komisi Perlindngan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda mengatakan perlunya pengembalian kebanggan anak-anak terhadap nilai-nilai kebangsaan yang pernah ada selama ini. “Kembalikan lokal wisdom. Kembalikan lagi nasionalisme kita. Kenapa kita tidak menjadikan anak-anak kita bangga sebagai penungga kuda seperti yang terjadi di NTT. Padahal di luar negeri sana seorang penunggang kuda profesional dihargai sangat tinggi,” kata Erlinda.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments