Legislator ini Yakini Lapas Tempat Pembibitan Terorisme

tb-hasanuddin2

TB Hasanuddin (kiri).

WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengatakan bahwa republik ini harus menaruh perhatian besar terhadap pengawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sebab, dari sekian banyak pelaku teror baru, ternyata paham teror mereka peroleh dari Lapas.

“Sultan yang pelaku di Tanggerang itu keinginan muncul setelah hanya beberapa kali datang ke sebuah lapas dan ketemu dengan mantan teroris yang sedang dipenjara. Ini betul-betul mengkhawatirkan,” kata TB Hasanuddin di DPR RI, Senin, (24/10).

“Hanya dalam pertemuan beberapa kali saja si Sultan ini memiliki keberanian dan tekad melebihi seorang prajurit. Dia sudah siap apapun resiko yang akan terjadi,” sambung TB Hasanuddin.

Hal tersebut, lanjut TB Hasanuddin, menjadi sangat mudah terjadi lantaran Lapas yang ada saat ini belum menyediakan sarana dasar para penghuninya. Sebagai contoh, untuk membina narapidana dibutuhkan peran agama sebagai alatnya.

Ruang Iklan

“Kita butuh membereskan situasi di Lapas. Karena di Lapas itu tidak ada imam untuk Shalat. Tidak ada Khotib untuk khotbah. Nah yang fasih untuk melakukan hal-hal tersebut, ya mereka mantan-mantan teroris. Sehingga ya itu yang terjadi,” lanjut TB Hasanuddin.

Selain itu, TB Hasanuddin juga mengkritisi proses deradikalisasi yang selama ini dilakukan oleh pemerintah. Menurut Politisi PDIP ini, deradikalisasi selama ini tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

“Deradikalisasi kita jelas kurang berhasil. Bagaimana kita melakukan pembinaan terhadap mereka. Juga terhadap orang-orang lain sebelum mereka menjadi teroris tetapi sedang menuju ke arah sana, itu perlunya dilakukan deradikalisasi. Ini tanggungjawab seluruh bangsa,” ujar TB Hasanuddin.

Meski demikian, TB Hasanuddin juga mengatakan bahwa semangat ideologi Pancasila sudah semakin berkurang di hati masyarakat republik ini. “Daya tahan kita terhadap ideologi Pancasila sudah menurun,” katanya.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments