Pesan Aksi 212 dan 411 Adalah Tempatkan Hukum Diatas Segalanya

aksi-212

Jutaan Umat Muslim penuhi lapangan parkir silang monas dan jalan utama di Jakarta pada aksi Bela Islam 212.

PAKAR Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menegaskan bahwa aksi 212 dan 411 telah memberikan pesan moral yang sangat berarti bagi republik ini. Pesan yang paling tegas dari aksi tersebut adalah penempatan hukum diatas segala kepentingan yang ada di bangsa ini.

“212 dan 411 adalah pesan dimana keadilan dan hukum harus ditegakkan, itu pesan dasarnya. Bahwa hukum harus dipastikan diatas segalanya,” tegas Margarito saat dihubungi, Senin, (5/12).

Jika pesan besar tersebut tidak diindahkan oleh pengelola republik ini, dikhawatirkan mengganggu tata kelola bangsa yang kita cintai ini. “Itu juga menunjukkan bahwa jika keadilan dipermainan yang terguncang adalah tatanan ketatanegaraan. Ini mempengaruhi atmosfir kehidupan ketatanegaraan,” lanjut Margarito.

“Anda tidak boleh bermain-main dengan hukum. Jika bermain-main dengan hukum yang diskriminatif dalam hukum justeru itu membahayakan negara ini,” sambung Margarito.

Ruang Iklan

Sebenarnya, ujar Margarito, jika pemerintah peka terhadap pesan yang disampaikan pada aksi 411 maka hal serupa tidak akan terulang pada tanggal 2 Desember. Sebab, pesan yang disampaikan pada kedua aksi tersebut sama, yakni penegkkan hukum terhadap penista agama. “Andaikata pemerintah peka terhadap konstitusi maka aksi 212 itu tidak perlu ada,” ujar Margarito.

Apalagi, Margarito mengungkapkan bahwa hingga saat ini penegak hukum belum juga melakukan penahanan terhadap tersangka pensita agama tersebut.

“Dalam penegakan hukum didasarkan dua hal, justifikasi historis dan justifikasi normatif. Justifikasi Historis menunjuk pada perlakuan yang sama di masa lalu. Apakah penista agama sebelumnya diperlakukan sama seperti Ahok, jawabnya tidak. Kedua, normatif, diancam 5 tahun, keatas, kenapa tidak ditahan, pasal sama kenapa ada perlakuan berbeda,” katanya.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments