Said Aqil Siradj: Warga NU DKI Tidak Akan Pilih Ahok

Said Aqil Siradj

Said Aqil Siradj.

TOKOH Senior NU, Said Aqil Siradj menegaskan bahwa warga DKI Jakarta yang menjadi kaum Nahdliyin tidak akan memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pilkada, 15 Februari 2017 nanti. Hal tersebut disebabkan kesalahan Ahok yang diduga melakukan perbuatan tidak pantas terhadap Ketua Umum MUI dan juga tokoh NU, Ma’ruf Amin pada persidangan beberapa waktu lalu.

“Ahok salah, Ahok salah. Ya sudah minta maaf sudah, tapi yang rugi ahok masyarakat DKI yang NU enggak milih dia,” tegas Said dalam sebuah rekaman video yang diunggah pada media sosial, Jumat, (3/2).

Dalam rekaman tersebut, Said juga menegaskan bahwa warga NU mengalami ketersinggungan atas perbuatan Ahok tersebut. Bahkan, dampak dari prilaku Ahok tersbut telah berakibat pada meningkatnya emosi warga masyarakat NU.

“Semua warga NU tersinggung. Malah ada yang emosi kan, makanya saya tahan-tahan, jangan emosi. Yang mau macem-macem saya tahan. Mari kita sikapi dengan dingin, tidak usah dengan emosi. Bahwa dia menyinggung persaan warga NU? Iya. Dulu menyinggung surat Al Maidah, sekarang Rois’Am. Yang rugi dia sendiri,” tegas Said lagi.

Ruang Iklan

Meski demikian, Said mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menempuh jalur hukum terhadap prilaku Ahok tersebut. Permintaan maaf dari Ahok kepada Ma’ruf Amin dinilai Said sudah cukup. “Enggak, enggak, sudah diamaafkan kan sudah,” kata Said.

Padahal, jelas Said, kehadiran Ma’ruf Amin dalam persidangan Ahok itu sendiri harus diberi penghargaan oleh terdakwa maupun penasehat hukumnya. Sebab, Ma’ruf Amin merupakan tokoh besar umat Islam dan usianya sudah sepuh. “Beliau orang tua, kiai, sepuh, tokoh nasional, yang mau datang ke pengadilan, itu kan harus kita hargai, harus kita hormati,” jelas Said.

Kehadiran Ma’ruf Amin dalam persidangan tersebut, menurut Said, didasari harapan tegaknya hukum di republik ini. “Saking karena terdorong ingin tegaknya keadilan,” kata Said.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments