Didemo, Fahri Hamzah Hanya Persoalkan Masuknya Senjata Tajam

fahri-hamzah1

WAKIL Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku tidak soal jika dirinya didemo oleh sebagian masyarakat Sulawesi Utara saat tiba di Bandara Sam Ratulagi, Manado beberapa waktu lalu. Hanya saja, masuknya sekian banyak senjata tajam ke dalam kawasan bandara tidak seharusnya terjadi. “Ini ada orang masuk pakai parang pakai senjata dan lain-lain tentu tidak bagus bagi citra keamanan kita, Nah itu aja yang saya sesalkan yang lain tidak ada masalah,” kata Fahri di DPR RI, Senin, (15/5).

Padahal, lanjut Fahri, setiap penumpang yang masuk ke bandara harus melewati alat deteksi. Ketika dideteksi ada benda-benda terlarang, seketika itu juga petugas keamanan akan memerintahkan agar penumpang tersebut meninggalkannya. “Kita saja kalau mau jurnalis kalau mau kameranya masuk x-ray kan kita aja dompet kita ada logam kita keluarin,” lanjut Fahri.

Menurut Fahri, dirinya tidak menganggap beban aksi unjuk rasa sebagian masyarakat Sulawesi Utara tersebut. Sebab, dirinyapun terbiasa dengan aksi serupa sebelumnya.

Ruang Iklan

“Dulu saya berkali-kali ada demo saya datangin, bahkan dulu ada demo nantang saya waktu kasus Century di Solo saya datang sebagai DPR datang wawancara hakim pengadilan di Solo itu yang memutuskan kasus Century. Di awal dulu saya di demo dianggap akan ada salah paham lah di lapangan Saya datang dari orang marah sampai orang jadi ngertilah,” ujar Fahri.

“Orang demo ,orang berdebat, orang dialog itu normal dan itu kita selenggarakan saja,saya tidak lihat di Republik ini yang tidak ada pikiran tidak ketemu,” tegas Fahri.

Hanya saja, yang terjadi di Manado tersebut justeru berada di tempat terlarang. Menurut Fahri, peristiwa tersebut justeru akan merusak citra bangsa ini di mata dunia. “Nah itu dialog masalahnya ini tinggal soal tadi citra dari fasilitas publik ,tidak boleh lagi lah termasuk airport itu ya,” jelas Fahri.

Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto mengatakan bahwa dirinya melihat ada komunikasi yang tidak lancar antara Fahri Hamzah dengan kelompok tertentu di Sulawasi Utara. Sebab, menurut Agus, provinsi tersebut sudah lama terkenal sebagai wilayah yang sangat tinggi tingkat toleransinya terutama soal kerukunan beragama. “Saya melihat ini suatu miskomunikasi, dikiranya Pak Fahri akan datang dengan Sekjen salah satu Ormas. Kita ketahui rakyat Sulawesi Utara khususnya di Manado terkenal punya sejarah baik tentang masalah kerukunan umat beragama,” kata Agus.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments