Gender Calon Gubernur DIY Ada di Tangan Sultan

Lukman Edy (kacamata), Margarito Kamis (kemeja kotak-kotak).

KETUA Komisi II DPR RI, Lukman Edy mengatakan bahwa apakah pria atau wanita yang boleh menjadi gubernur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tergantung pada putusan Sang Sultan itu sendiri. “Itu kewenangannya ada di Sri Sultan besarta perangkatnya,” kata Lukman Edy di DPR RI, Selasa, (5/9).

Apalagi, lanjut Lukman Edy Mahkamah Konstitusi (MK) sudah mengeluarkan putusan yang tidak melarang wanita menjadi gubernur di daerah yang mendapatkan perlakuan khusus itu dari republik ini. “Dengan adanya putusan MK ini diperbolehkanya perempuan jadi gubernur, perdanya harus mengikuti,” lanjut Lukman Edy.

“Kalau paugeranya tidak diubah, bagi saya tidak bertentangan dengan konstitusi. Paugerannya juga dilindungi oleh konstitusi,” sambung Lukman.

Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengatakan hal sejurus. Menurut Margarito mengatakan bahwa tidak ada yang menjadi persoalan jika masyarakat DIY bersepakat untuk memilih seorang wanita sebagai gubernurnya. “Tradisi di Yogyakarta memang yang jadi sultan itu laki-laku. Tapi kalau mereka bersepakat menjadikan perempuan jadi sultan memangnya kenapa,” kata Margarito Kamis.

Apalagi, lanjut Margarito, republik ini pernah dipimpin oleh seorang presiden berkelamin wanita. “Kita pernah punya presiden yang perempuan, Ibu Megawati. Kenapa pula tidak boleh gubernur dari perempuan,” lanjut Margarito.

“Kenapa lagi kita atur lagi hal ihwal yang merupakan urusan rumah tangga kesultanan. Biar sendiri mereka yang atur. Secara konstitusi itu sah,” tegas Margarito.   {007}.

Comments

comments