3 Tahun Berkuasa Kabinet Kerja Dinilai Banyak Yang Tidak Tercapai

Fadli Zon (pegang mic), Andreas Hugo Pariera (pegang dagu).

WAKIL Ketua DPR RI, Fadli Zon mengatakan bahwa meski sudah 3 tahun berkuasa, Kabinet Kerja yang dipimpin Joko Widodo dan Jusuf Kalla masih belum seuai harapan mayoritas rakyat republik ini. “Sayangnya masih banyak yang tak tercapai bahkan terjadi kemunduran. Secara ringkas bisa saya sampaikan kinerja pemerintah dalam banyak bidang sebenarnya sangat mengecewakan,” kata Fadli Zon di DPR RI, Jumat, (20/10).

“Pertama, dalam bidang demokrasi. Dalam catatan saya, dimasa Presiden Joko Widodo ini Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) terus-menerus turun. Pada tahun 2014, IDI masih berada di angka 73,04. Angka itu kemudian terus turun menjadi 72,82 (2015), dan kemudian turun lagi jadi 70,09 (2016). Menurut BPS, penurunan IDI pada 2016 disumbang oleh turunnya 3 aspek demokrasi, yaitu kebebasan sipil, hak-hak politik, lembaga-lembaga demokrasi. Indikator ketiganya turun semua,” sambung Fadli Zon.

Dalam kesempatan itu Faldi Zon juga mengakui adanya fakta-fakta terkait turunya kebebasan masyarakat sipil dalam menyampaikan pendapat.

“Kita bisa melihat sendiri fakta turunya kebebasan sipil dan hak-hak demokrasi itu. jika ada yang memprotes kenapa ulama dikriminalisasi, demokrasi dipersulit, media sosial dikontrol, aktivis dituduh makar, semuanya adalah tanda jika pemerintah kita cenderung kembali menjadi represif dan otoriter,” aku Fadli.

Sementara itu Politisi Senayan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pariera membantah penilaian Fadli Zon tadi. Andreas menegaskan bahwa hasil sejumlah lembaga survey justeru menunjukkan hal positif dari 3 tahun kekuasaan Joko Widodo dan Jusuf Kalla itu. “Dari berbagai macam lembaga survey, baik yang melakukan secara reguler maupun yang lain-lainnya kita lihat bahwa indikator kuantatif yang merupakan hasil survey tersebut, misalnya bidang ekonomi yang relatif stabil, nilai kurs, inflasi,” kata Andreas.

Demikian pula terkait pemerataan hasil pembangunan yang dijalankan oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla. “ Aspek pemerataan, mulai terasa pembangunan itu mulai melebar ke luar Jawa, infrastrukur, kesejahteraan ekonomi, wilayah seperti Papua. Begitupun dengan indikator pembangunan manusia yang juga meningkat secara gradual, meningkat terus,” ujar Adreas.   {007}.

Comments

comments