Ketua DPR RI Dorong KLHK Tingkatkan Kinerja Polisi Hutan

Bambang Soesatyo.

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta komisi terkait agar mendesak Polisi Kehutanan meningkatkan kinerja agar kebakaran hutan tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. “Meminta Komisi IV DPR mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan kinerja Polisi Hutan dalam menjaga kelestarian dan pencegahan kerusakan hutan,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Rabu, (14/2).

Menurut Bamsoet, selain peningkatan kinerja Polisi Kehutanan, kementerian terkait juga harus lebih intensif lagi berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda). “Meminta Komisi IV DPR mendorong KLHK berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk terus memantau titik api agar tidak melebar,” lanjut Bamsoet.

Bamsoet juga menghimbau masyarakat tidak lagi membakar ketika ingin membuka lahan untuk dijadikan lahan perkebunan/pertanian. “Mengimbau masyarakat untuk membuka lahan dengan cara tidak membakar lahan, sehingga tidak menimbulkan musibah kebakaran hutan,” ujar Bamsoet.

Sementara itu Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B. Panjaitan mengatakan bahwa petugas pengendali api hutan masih melakukan tugasnya di beberapa titik. “Sampai saat ini, pasukan Manggala Agni masih melakukan pemadaman lanjutan di beberapa wilayah rawan karhutla,” kata Raffles dalam siaran pers yang diterima Reportase Republik, Selasa, (13/2).

Selain itu Raffles juga mengatakan bahwa di Provinsi Riau, Manggala Agni Daops Dumai melakukan pemadaman gabungan bersama regu Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, dan POLRI di Desa Sri Tanjung, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Kebakaran seluas ± 30 Ha terjadi pada lahan gambut ini didominasi semak belukar dan tanaman sawit. Pemilik lahan yang terbakar masih dalam pemeriksaan Polsek Batu Panjang.

Sedangkan Manggala Agni Daops Batam melakukan pemadaman gabungan bersama regu pemadam kebakaran (Damkar) Kota Batam, TNI, POLRI, dan masyarakat sekitar. Kebakaran seluas ± 30 Ha terjadi pada lahan yang didominasi tegakan hutan sekunder dan semak belukar. Pemadaman yang diupayakan sedikit terkendala dengan sulitnya sumber air dan kurangnya penerangan. Pemadaman malam hari ini berlangsung hingga jam 03.00 WIB berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi.

Di Kalimantan Barat, Manggala Agni Daops Pontianak melakukan gabungan dengan BPBD Kubu Raya, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Dusun Sido Mulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sei. Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kebakaran seluas ± 2,5 Ha di lahan gambut milik masyarakat yang didominasi semak belukar, pakis, akasia sempat mendekat gedung sekolah yang berada di dekat lokasi, namun tim pemadam dapat segera mengatasinya.

Demikian pula Manggala Agni Daops Ketapang bersama dengan TNI melakukan pemadaman di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Kebakaran di lahan masyarakat seluas ± 2,5 Ha ini terjadi di lahan gambut dengan dominasi semak dan ilalang.

Di Kalimantan Tengah, Manggala Agni Daops Pangkalan Bun bersama dengan TNI, Polri, dan Masyarakat melakukan pemadaman seluas ± 1,5 Ha di Desa Mendawai Seberang Km.14, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Pemadaman yang berlangsung selama empat jam dan berakhir pukul 17.30 WIB ini didominasi bahan bakaran berupa semak belukar, ilalang, pohon sawit, pakis, dan tanaman nanas.

Sementara pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Senin (12/02/2018) pukul 20.00 WIB, mencatat terdapat 2 titik hotspot yang terpantau satelit NOAA19 Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, dan Satelit TERRA-AQUA (NASA) menunjukan 13 titik hotspot di Provinsi Riau 6 titik, Bengkulu 1 titik, dan Aceh 6 titik.

Sampai dengan 12 Februari 2018, pantauan Satelit NOAA19 mencatat jumlah hotspot sebanyak 85 titik di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2017 jumlah hotspot sebanyak 143 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 58 titik atau 40,56%.   {007}.

Comments

comments