KLHK Sedang & Terus-Menerus Tangani Soal Sampah

Siti Nurbaya Bakar (kemeja putih).

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa pihaknya sedang terus-menerus menangani persoalan sampah, khusunya yang terjadi di wilayah pantai. Hal tersebut dikatakannya menyikapi dorongan yang disampaikan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebelumnya. “Prinsipnya sih sejalan dengan yang sedang KLHK kerjakan,” kata Siti Nurbaya dalam pesan elektronik yang diterima ReportaseRepublik, Selasa, (21/3).

Agar tujuan tercapai lebih maksimal, Siti Nurbaya mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja dengan lebih keras dan cerdas. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat juga diakui Siti Nurbaya sangatlah penting, khususnya untuk mengubah kebiasaan selama ini yang kurang bijak terhadap keberadaan sampah.

“Kita harus bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk mencapai target pengurangan dan penanganan sampah sebagaimana tercantum dalam Perpres tersebut. Perlu keterlibatan dan kesadaran semua pihak, terutama mengubah perilaku lebih peduli pada lingkungan,” jelas Siti Nurbaya.

Pengelolaan sampah kata Siti Nurbaya, sebenarnya telah diatur sejak terbitnya UU nomor 18 tahun 2008. Meski sudah berjalan satu dekade, masalah sampah masih belum bisa diatasi secara menyeluruh.

”Problemnya ada dua. Pertama pola pikir masyarakat. Jadi masyarakat masih berpikir “yang penting sampahnya bukan di halaman rumah saya”. Itu namanya perilaku sindrom. Kedua, memang biasanya pemerintah kota itu agak susah menyiapkan anggaran untuk sampah karena isinya anggaran mulu, gak ada pendapatan balik,” kata Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya mengingatkan tentang hasil riset Samuel Huntington pada tahun 1960-an. Huntington membandingkan Korea Selatan vs Ghana, dimana kedua negara berangkat dari kondisi dan indikator ekonomi yang hampir sama. Namun 30-an tahun kemudian Korea Selatan menjadi negara maju, sementara Ghana seperti jalan di tempat.

“Kesimpulan Huntington adalah karena persoalan budaya atau culture. Untuk itu kita harus memulai pengelolaan sampah dari Gerakan Perubahan Perilaku,” tegasnya.

Mewujudkan Indonesia bebas sampah, menurut Siti Nurbaya, bukan hal yang mustahil. Selain berbagai kebijakan pemerintah dan kerja bersama segenap komponen masyarakat, hal penting lainnya adalah perlu dibangun budaya unggul dengan ideologi lingkungan.

Caranya dengan mengurangi sampah sejak dihasilkan atau bahkan menggunakan barang-barang yang tidak menghasilkan sampah (pencegahan sampah/waste prevention). “Ini harus dijadikan sebagai budaya dan gaya hidup baru,” katanya.   {007}.

Comments

comments