Bamsoet Dorong KLHK Dirikan Menara Pengawas Api

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendirikan menara pengawas untuk memantau kemungkinan munculnya api penyebab kebakaran hutan/lahan di republik ini. Tidak hanya itu, Bamsoet juga berharap tiap-tiap menara tersebut dilengkapi peralatan yang memadai agar proses pengawasan bisa lebih maksimal.

“Terkait munculnya 18 titik panas di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dan Bangka Belitung dalam beberapa hari terakhir ini, meminta Komisi IV DPR mendorong KLHK melalui Satgas Karhutla mendirikan menara pengawas dan pos jaga dengan jarak pandang jauh yang dilengkapi sarana deteksi seperti teropong dan juga sarana alat komunikasi, guna mendeteksi kebakaran hutan sedini mungkin,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Senin, (16/7).

Tidak hanya itu, melalui Polisi Hutan, Bamsoet mendorong KLHK melakukan patroli agar kebakaran bisa dicegah lebih dini. Hal tersebut sesuai dengan Permen LHK nomor 32 tahun 2106.

“Meminta Komisi IV DPR mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong Polisi Hutan bersama dengan Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi untuk secara aktif melakukan patroli guna mencegah terjadinya kebakaran dan kerusakan hutan, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 32 tahun 2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,” lanjut Bamsoet.

Demikian juga terhadap Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Bamsoet mendorong agar lembaga tersebut selalu memberi informasi terbaru terkait kondisi titik api di republik ini. “Meminta Komisi V DPR mendorong BMKG untuk terus melakukan pemantauan dan mengupdate informasi terkait titik panas tersebut, guna memberikan peringatan dan meningkatkan kewaspadaan bahaya kebakaran kepada masyarakat,” ujar Bamsoet.

Tidak lupa Bamsoet mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga kelesatrian hutan dengan cara tidak melakukan pembakaran yang dapat berakibat timbulnya musibah. “Mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan membuka lahan dengan cara tidak membakar lahan, sehingga tidak menimbulkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” pungkas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments