Legislator Ini Ingatkan Jokowi Pernah Berjanji

M Nizar Zahro (kiri pegang mic).

ANGGOTA Komisi X dari Fraksi Partai Gerindra DPR RI, M Nizar Zahro mengatakan bahwa Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pernah berjanji untuk mengangkat guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Maka perlu diingatkan kepada Jokowi dulu janjinya adalah pengangkatan PNS bukan P3K,” kata Nizar dalam siaran pers yang diterima, Kamis, (1/11).

Menuru Nizar, program P3K yang ditawarkan pemerintahan Jokowi-JK tidak sama dengan status PNS. Sebab ada suatu jaminan yang sangat mendasar pada status PNS dan tidak dimiliki P3K. “Pemerintah lebih tertarik menawarkan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Solusi akal-akalan yang dipersiapkan pemerintah untuk meredam gerakan Honorer K2. Tentu saja tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. P3K sangat berbeda dengan PNS. Salah satu perbedaanya, P3K tidak memiliki program uang pensiun,” lanjut Nizar.

“Jokowi yang berjanji maka Jokowi pulalah yang harus menyelesaikan permasalahan ini. Para guru sudah menginap di seberang istana, tidur beralaskan koran dan rumput. Sungguh kondisi yang mengenaskan. Apalagi selama ini sudah mengabdi puluhan tahun dengan gaji yang pas-pasan berkisar Rp. 400.000,- hingga Rp. 500.000,- per bulan,” sambung Nizar.

Menginapnya para guru honorer di istana adalah dalam rangka unjuk rasa untuk menuntut janji yang pernah disampaikan Jokowi saat kampanye Pilpres lalu,jelas Nizar. Nizar pun menjelaskan pula bahwa aksi para guru horer tersebut tentunya telah berakibat tidak baik bagi proses belajar peserta didik di sekolah masing-masing.

“Adanya demonstrasi ini jelas mengorbankan pendidikan anak-anak. Selain demonstrasi di depan istana, para guru juga melakukan aksi pemogokan. Ketiadaan guru mengakibatkan pendidikan terbengkalai. Akhirnya anak-anak juga yang menanggung dampaknya,” jelas Nizar.

“Bertahannya ribuan honorer K2 selama dua hari di depan Istana telah mengundang keprihatinan. Apalagi setelah Presiden Jokowi menolak menemui untuk berdialog. Honorer K2 yang mayoritas para guru diperlakukan sangat tidak pantas. Para guru adalah pahlawan tanpa jasa, sudah semestinya diperlakukan layaknya pahlawan. Berdialog secara terbuka akan lebih baik, daripada bersembunyi dari ketakutan yang tidak jelas, ketakutan akan merosotnya elektabilitas,” tegas Nizar.   {007}.

Comments

comments