Nizar Dukung Penuntasan Kasus Pembunuhan Terhadap Subaidi

M Nizar Zahro.

 

ANGGOTA DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI yang meliputi Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, M Nizar Zahro mendukung penuntasan kasus pembunuhan terhadap Subaidi.

“Saya sangat berharap pihak Aparat penegak hukum agar bisa  mengusut tuntas kasus tersebut secara terang benderang, dari mana dapat pistol rakitan atau pistol asli itu di dapatkan,” kata Nizar dalam pesan elektronik yang diterima, Kamis, (29/11) dini hari.

Penuntasan proses hukum tersebut, lanjut Nizar, diharapkan mampu memberi efek jera kepada pelaku. Selain itu penuntasan proses hukum tersebut diharapkan mampu mengurungkan niat anggota masyarakat lain untuk berbuat hal serupa.

“Harus ditindak tegas. Kalau perlu hukuman mati. Urusan pasal kan sudah jelas. Tinggal bagaimana pihak Kepolisian  Daerah Jawa Timur , agar segera mungkin bisa menuntaskan kasus ini secara terang benderang sesuai Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang dimiliki Indonesia telah mengatur mengenai pembunuhan berencana,” lanjut Nizar.

“Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun,” sambung Nizar.

Menurut Nizar, jika kasus pembunuhan Subaidi tidak segera dituntaskan, akan sangat mungkin di persepsikan ke masalah lain. “Ini tahun politik lho. Jadi, sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan politik jangan tiba-tiba diframing menjadi isu politik nasional. Sampai presiden Jokowi ikut berkomentar,” tambah Nizar.

 

Sebagai anggota legislatif kelahiran Bangkalan, Madura, Nizar paham bahwa kasus pembunuhan Subaidi adalah urusan harga diri. “Saya paham bagaimana kultur dan psikologi orang Madura. Jangan sampai kasus ini dibelokkan ke masalah yang lain. Supaya jernih dan tidak menimbulkan kejadian yang serupa di tempat lain,” ujar Nizar.

Nizar juga mengingatkan, bahwa Subaidi adalah salah satu alumni pesantren terbesar di Madura. Jangan sampai kasus ini menjadi api dalam sekam. “Dan sekarang organisasi alumni di mana korban pernah mondok , sudah menyatakan sikap yang tegas. Saya khawatir kalau pihak yang berwajib tidak segera mengusut kasus ini dengan tuntas dan seadil-adilnya, maka akan timbul masalah yang lebih besar lagi,” tandasnya.

“Atas nama anggota DPR RI fraksi Gerindra Dari Dapil Madura saya akan ikut bergotong royong dengan para alumni pesantren Almarhum Subaidi untuk menanggung biaya pendidikan anak almarhum yang masih berumur 7 tahun agar bisa sekolah Dari SD sampai universitas,” pungkas Nizar.   {007}.

Comments

comments